Domo-kun Waving His Hands Febriani

cursor

src="http://raxterblog.googlecode.com/files/Kembangapi.js">Domo-kun Waving His Hands
Febriani 'PHYSICIAN EARTH'

Senin, 22 September 2014

Kamera paling jelas dan indah ;;))

Tuhaaan...
Aku bersyukur atas keindahan apa yg aku lihat di bukit indah ini
Namun ketika aku mencoba untuk mengabadikan keindahan ini.
Aku selalu bertanya-tanya.
"Kenapa yang aku potret, tak sama jelas dengan nyatanya?"

Lalu aku sejenak berdiam.
Mengamati dan berusaha untuk memotret dengan sebaik mungkin.
Hasilnya pun sama.
Aku pun bertanya-tanya lagi.
"Seharusnya kamera secanggih ini sudah bisa menghasilkan foto yg jelas"

Aku lihat lebih dalam dan cermat lagi.
Bagaimana bisa tidak sejelas aslinya?
Bagaimana bisa keindahan ini hanya dilihat tanpa diabadikan?

Aku baru sadaaar.
Kameraku tak salah.
Keindahan ini tak salah.

Aku berfikir dan tersenyum sejenak.
Ternyata ada satu yang harus lebih aku syukuri.
Yaitu "lensa mata" ;;))
Yaaa hanya ada satu kamera paling jelas dan indah ini.
Apalagi kalau bukan "sepasang mata ini"

Minggu, 17 Agustus 2014

Iya Hanya Beberapa Hari yang Lalu

Hai kau, lelaki yg aku kenal beberapa hari lalu 😊
Aku menyukaimu sejak kau membuatku tersenyum beberapa hari yg lalu,
Iya tapi hanya beberapa hari yang lalu πŸ˜‚
Aku menyukai candaanmu yg renyah
Aku juga menyukai caramu memperhatikan aku

Entah mengapa aku begitu cepat jatuh cinta...
Kepada lelaki yg tidak pernah aku tatap sekalipun,

Entah kenapa juga aku ingin mengulang beberapa hari yg lalu,
Saat kau dan aku masih "saling memperhatikan, kirim gambar bahkan voice note"
Kenapa hanya beberapa hari yg lalu,
Kenapa begitu cepat πŸ˜‚

Entah aku tlah salah jatuh hati,
Aku tlah salah mengharapkan cintamu,
Aku juga tlah salah membiarkan rasa ini tumbuh dihatiku πŸ˜‚

Kenapa hanya aku yg merasakan ini,
Kenapa kau tak merasakannya juga πŸ˜‚
Sesekali aku menyindirmu via bbm dan path tapi kau tak pernah "PEKA" !

Terkadang aku pun cemburu dengan pmmu
Entah itu untuk siapa, yg jelas itu bukan untukku πŸ˜‚

Terima kasih sudi mampir dihatiku,
Terima kasih sudah membuatku merasa berbunga-bunga,
Terima kasih terima kasih terima kasih πŸ˜‚
Terima kasih lelaki bermata indah❤

With love
FebriπŸ‘©

Sabtu, 28 Desember 2013

-WANITA DIPULAU SEBRANG-

TUHAN,
Ketika butiran air ini kau jatuhkan kebumi,
hanya ada satu yang difikiranku SESOSOK WANITA PARUH BAYA DIPULAU SEBRANG SANA

TUHAN,
Sampaikan kepadanya sungguh aku sangat mencintainya hanya karena ENGKAU

TUHAN,
Mudahkanlah segala urusannya baik didunia maupun diakhirat

TUHAN,
Beri kan selalu  wanita  super ini kekuatan untuk menghadapi kerasnya hidup ini,
beri kan selalu wanita super ini kesehatan agar kelak suatu saat nanti dia bisa melihat KEMENANGANKU 

tapi TUHAN,
Aku takut aku tak bisa membahagiakannya yang ada malah memberikannya  kekecewaan,
Tapi aku takkan pantang menyerah untuknya dengan alunan sendu dari bibirku "bismillahhirrahmannirrahim, AKU PERCAYA AKU BISA!!!"
 
BUUU aku merindukanmu selalu merindukanmu dikota atlas ini dengan buliran air hujan ini aku titipkan segala rindu dan kebahagianku disini:')


(Semarang, 12/12/2013 & 15:36 WIB)

Jumat, 22 November 2013

Alang-alang Kecil Merajut Mimpi by Pertamina



Top of Form
Bottom of Form
`Alang-alang Kecil Merajut Mimpi`

Quote ini aku tulis di lembar harianku. Aku meletakkan pena dalam saku. Sekejap saja pandanganku takjub. Tampak 3 orang pembangun sekolah ini, yang hanya menggunakan kaos kemeja, celana training dan sepatu boot segera menghentikan pekerjaan mereka membabat ilalang. Mereka memanggil anak-anak dan mengucapkan selamat datang padaku.
Ya, Tuhan, betapa anugerah-Mu sungguh nikmat. Kala terpuruk, aku segera sampai pada sebuah simpulan bahwa aku adalah manusia paling menderita di dunia ini. Ternyata salah. Penderitaanku tak ada arti apa-apa dibanding mereka yang ada di hadapanku saat ini. Di depan mataku mereka menagih masa depan. Di hadapanku, mereka menagih tanggung jawabku. Tanggung jawab kami, para relawan program Sobat Bumi yang diusung oleh Pertamina Foundation.
Aku bersandar pada papan nama sekolah SD Alang-alang Kecil V, Kecamatan Skanto, Kabupaten Keerom, Papua yang telah usang. Memandangi sekeliling yang penuh ilalang. Teringat pesan Ayahku.
"Jadilah seperti ilalang, Nak. Tumbuhan ini bisa hidup di tempat seperti apapun. Hutan tandus. Tanah kering. Pasir berbatu. Seperti itulah hidup dan ilmumu. Laksana ilalang yang bisa hidup di manapun".
Aku berjalan mendekati mereka. Memainkan jemari di antara ilalang hutan yang tampak lembut itu. Awww, ilalang ini sangat tajam rupanya. Ia mampu menembus kulit ari terdalam hingga membekaskan luka. Aku semakin percaya bahwa ilalang tajam ini serupa semangat anak-anak sd alang-alang kecil. Rapuh di luar, tajam di dalam.
***
"Bu Guru, jalan ke sekolah banjir. Apakah tetap pergi?"
Pesan singkat dari Pak Hery, guru olahraga Sekolah Alang-lang, muncul secara tiba-tiba. Aku sudah bangun lebih pagi dari biasanya. Rasanya tidak mungkin membunuh semangat ini. "Kita berangkat saja, Pak".
Sungai Skanto telah berubah coklat. Airnya mengalir deras. Aku hanya mengamati punggung orang-orang yang berusaha melintasi sungai ini. Tampak juga motor dipikul menggunakan bambu karena tiba-tiba mati di muara sungai. Di atas sungai ada jembatan besar tetapi rapuh. Kini, masih dalam kondisi diperbaiki. Tak tahulah kapan selesai. Menyeberang sungai ini butuh semangat dan kepercayaan. Adakah yang menjualnya untukku?
"Jika balik atau memutar, kita akan terlambat sampai di sekolah, Bu Ayu".
Perjalanan semacam ini tidak ada dalam surat kontrakku. Tanpa alas aku bersama Pak Hery menyebrangi sungai. Kami hanya tertawa kecil dan segera mempercepat langkah. Pak Hery khawatir jika anak-anak terlalu lama menunggu kedatangan kami, mereka akan pulang lagi.
Beginilah tugas kami. Bagaimana membuat mereka percaya bahwa mereka bisa melakukan perubahan positif dalam hidup mereka. Salah satu yang bisa membantu mereka menemukan "hidup" yang sesungguhnya adalah lewat pendidikan. Masih ada hari-hari berikutnya yang akan kami lalui di tanah pedalaman Papua.
Semoga kehadiran kami disini dapat membantu alang-alang kecil ini merajut mimpi.